MENU UTAMA
  Halaman Depan
  Company Profile
  Info Kopegtel
  Buku Tamu
  Galeri Foto
  Materi Unduhan
  Lowongan
 INFO UNIT KERJA
  Apotek
  HRD
  Jarkab
  Keuangan
  Multimedia
  Pajak Tagihan
  Pengadaan & Logistik
  Simpan Pinjam
  Usaha
http://www.telkomspeedy.com/
  Sabtu, 05/09/2009 - 14:06 WIB
Koperasi Ditengah Kapitalisme GLobal (Lanjutan)

Oleh: Suroto

Prolog

"... Koperasi yang setia pada jatidirinya, dan justru karena itu,
berhasil menjawab tantangan-tantangan globalisasi..." (Ibnoe Soedjono, 2000)

Gagasan Koperasi : Membangun Dunia Yang Lain

Berbicara tentang gagasan koperasi, tentu tak dapat kita melepaskanya dengan pemikiran pemikiran para reformis sosial non-marxis seperti JP Proudhon, Saint Simon, Carles Fourier, Wiliam King, Rober Owen dan lainya. Pada masa dimana kapitalisme sedang mengalami perubahan yang dramatik dan menimbulkan perangai buruk yang ditopang revolusi industri waktu itulah pemikiran dan juga gerakan perubahan sosial melalui koperasi, co-op atau co-operative pertama-tama muncul.

Asumsi awam, koperasi mungkin hanya dilihat sebagai kegiatan mikro organisasi saja. Sebagai bentuk perusahaan biasa seperti halnya persero kapitalis atau bisnis milik negara. Sebagian mungkin menganggapnya tak lebih sebagai perusahaan orang-orang kecil dan miskin saja. Sesuatu yang dapat dimaklumi karena memang koperasi awalnya hanya berangkat dari ide dasar yang sederhana dari sekelompok buruh di Rochdale, Ingrish yang menghendaki adanya perubahan nasib dengan cara mendirikan sebuah toko kecil yang dimiliki dan dikelola bersama di salah satu gang di Toadlane, Rochdale, Ingrish pada tahun 1844 silam. Padahal apabila kita pahami koperasi itu memiliki dimensi yang luas, baik itu makro-ideologi, mikro organisasi, sebagai gerakan perubahan sosial (social change movement) maupun ruang individualita.

Dalam konsep makro-ideologi, koperasi mencakup sistem sosial, ekonomi dan politik. Secara mikro berbicara mengenai perusahaan demokratik, profesionalisme, manajemen serta social entrepreneurship. Sebagai ruang individualita koperasi bergerak mengangkat harga diri manusia, sementara sebagai gerakan perubahan sosial koperasi ingin memperjuangkan nilai-nilai keadilan dalam sistem demokrasi partisipatorik.

Lebih luas dari itu, karena koperasi itu diletakkan pada sebuah gagasan tentang konsep nilai maka koperasi juga disebut sebagai sebuah sistem pemikiran. Sistem pemikiran yang berbeda dari kapitalisme, sosialisme marxisme, feodalisme, otoritarianisme dan sistem-sistem pemikiran yang lain.

Dalam basis sistem pemikiran, koperasi menyodorkan gagasan adanya hidup bersama dengan tetap mengakui hak-hak individu dan kepemilikan pribadi. Sebagai gagasan fundamental koperasi menghendaki adanya hidup harmoni dalam kerjasama, dan menempatkan kebebasan manusia sebagai individu untuk menetapkan nasibnya sendiri. Konsep koperasi menyakini bahwa, keadilan sejatinya hanya ada dalam hidup bersama dan tidak ada hidup bersama tanpa keadilan. Menurut Mukner (1995), setidak-tidaknya gagasan koperasi itu meliputi : kebebasan, persamaan dalam segala hal, dan keadilan.

Kalau kapitalisme menyandarkan pada konsep organisasi berbasiskan modal (capital base association), maka koperasi dilandaskan pada konsep organisasi yang berbasiskan orang (people base association), dimana kalau sistem kapitalis modal bersifat sebagai penentu, maka berbeda dalam sistem koperasi, modal hanyalah berfungsi sebagai pembantu. Kalau kapitalisme menyandarkan pada filosofi dasar persaingan (competition), maka bertolak belakang dengan koperasi yang dilandaskan pada filosofi mempertinggi nilai kerjasama (cooperation).

Sementara, logika pasar yang dikembangkan oleh koperasi adalah pasar yang adil (fair market) yang berbeda dengan gagasan kapitalisme yang menghendaki pasar bebas (free market). Dominasi pasar yang diakibatkan oleh persaingan bebas dimana yang besar memakan yang kecil dalam sistem kapitalis digantikan dengan sistem pasar yang adil berdasarkan besaran partisipasi. Kalau sistem kapitalis membangun sistem tanggungjawab sosialnya dalam bentuk karitas, maka koperasi membangun hubungan sosial masyarakat dalam jalinan solidaritas setara.

Pertentangan buruh dan majikan diselesaikan dalam konsep integrasi perusahaan koperasi pekerja (Worker Co-op). Dalam koperasi, Organisasi-organisasi buruh dan organisasi pembela kepentingan konsumen yang seringkali bersifat reduktif terhadap kepentingan yang diwakilinya tidaklah diperlukan karena justru mereduksi kepentigan masyarakat itu sendiri. Dalam sistem koperasi, buruh adalah juga pemilik dari perusahaan. Sementara konsumen dalam model perusahaan koperasi konsumen (consumer co-op) juga adalah pemilik.

Walaupun sama-sama menggunakan instrumen perusahaan, koperasi sungguh berbeda dalam substansinya, kalau kapitalisme menyandarkan pada orientasi laba sebesar-besarnya (profit oriented), maka koperasi dilandaskan pada konsep nilai manfaat (benefit oriented). Pembagian yang adil di koperasi juga diwujudkan dalam konsep sistem dana perlindungan kembali (economic patrone refund). Dimana nilai lebih (surplus value) dari kegiatan-kegaitan ekonomi perusahaan diberikan kepada anggota-anggotanya (masyarakat) dalam konsep berdasarkan besaran partisipasi dan juga setidaknya menurut jerih payah.

Koperasi memang produk barat, tapi sebagai suara kemanusiaan terus mengalir ke seluruh penjuru dunia dan sedikit banyak telah mampu membuktikan dirinya sebagai gerakan yang efektif dalam jalan yang damai. Motif koperasi ini jelas, secara ideologis berusaha menciptakan tatanan sosial masyarakat yang berperikemanusiaan dan berkeadilan melalui jalan demokrasi partisipatif. Sementara itu dalam alasan praktisnya juga kongkrit, dimana dengan membentuk atau bergabung bersama di koperasi manfaat-manfaat dari barang atau jasa dapat diperoleh, diproduksi atau di pasarkan lebih baik oleh koperasi daripada di salurkan sendiri melalui saluran swasta kapitalis atau negara.

Koperasi adalah organisasi orang-orang yang dilandaskan pada prinsip yang jelas, kerjasama adalah kuncinya, bagi si kaya maupun si miskin, tua atau muda, laki-laki atau perempuan. Tidak ada sifat permusuhan bagi koperasi terhadap siapapun. Tapi koperasi dengan caranya sendiri sudah barang tentu menolak segala bentuk ekspolitasi, penindasan, pembodohan, pemelaratan, dsb. Bukti-bukti nyata keberhasilan koperasi ini memerlukan waktu yang cukup panjang, butuh konsistensi dan dedikasi penuh dari generasi ke generasi. Sejarah membuktikan bahwa koperasi hanya dapat berjalan dari kemampuan dirinya sendiri, dimulai dari bawah, dikelola secara transparan dan dijadikanya pendidikan sebagai pilar utamanya.

Upload by : harlan, sumber = http://www.politikana.com
Oil Refinery Corporation
Info Kopegtel
10/06/2010- Keharusan Pemerintah Berpihak ke Koperasi
22/03/2010- PENGURUS DAN PENGAWAS BARU HASIL RAT-25 KOPEGTEL YOGYAKARTA
05/09/2009- Koperasi Ditengah Kapitalisme GLobal
02/03/2009- RAP XXIV Kopegtel Yogyakarta tahun Buku 2008
03/03/2008- RAP XXIII Kopegtel Yogyakarta Tahun 2007: Kopegtel Jogja Bukukan Total SHU 2007 Rp 611.6 juta
03/03/2007- RAP XXII Kopegtel Yogyakarta tahun Buku 2006
copyright © 2010 Koperasi Pegawai Telekomunikasi Yogyakarta
Jl. Cendana 18 Yogyakarta 55166 - Tlp. 0274 - 588123, 588128 Fax. 0274 - 514283